STATIS

7 07 2010

Keheningan jeda memerangkap
Antara jemu dan semu
Nyata nyalanya
Menghimpit tiap hembusan
Keramaian hadirkan sunyi
Menderu…..
Berburu…..
Dan akupun tetap membisu





HARAPAN

7 07 2010

Aku tak sempat menikmati purnama
Rembulan tinggal separo
Indah nampaknya, tetap sama
Fikirku sembari menangis

Riak gelombang pantai
Alunan suara gesekan daun
Semilir angin malam
Yang buatku tetap berdiri
Aku terus berharap..
Disini menemukan purnamaku lagi





MENUNGGUMU

7 07 2010

Seperti kemarin, hari ini aku masih disini
Tentu untuk menunggumu
Jam dimeja tua ini,
seakan terus mengejek
dengan bunyi detik bomnya
Semakin gusar saja..
Ingin ku lempar ke tong sampah
biar jadi makanan kucing
ah..tapi..demi jam itu kau pernah berjanji kembali.
Dan lagi lagi..
aku harus setia menunggu dimeja tua ini,
detik dan menit berkejaran tak bertepi,
dan raga yang dimakan waktu.
Karna KAU berjanji untuk kembali.
Dan aku pasti akan disini.





CAHAYA KEHILANGAN CAHAYA

7 07 2010

Mentari mulai kehilangan pesona
Meredup dalam bingkai sayup
Mengendap endap mencari kegelapan
Wahai Engkau Pencipta Kegelapan, datanglah…
Lelah…bersimbah cahaya
dalam penantian yang panjang
Wahai Engkau Pencipta Cahaya, datanglah…
Ambil kembali cahaya ini dan ijinkan kegelapan skedar menghampiri
Karena dengan gelap…
Bintang seolah menjadi mutiara
tasbih dalam genggaman para salih.
Karna cahaya kehilangan cahaya
Biarkan sjenak kegelapan memperkenalkan siapa diriny





28 06 2010

SETITIK SALJU

***
Musim silih berganti
Bahkan bulan tak ingat siapa namanya
Setitik salju jatuh diatas bukit
Menggelinding smakin cepat

Oh..no..
Salju itu menjadi segumpal bola putih…
Smakin cepat dan smakin besar..
Apa bola itu akan menjelma menjadi boneka salju yang lucu

Atau…
bola itu akan menghancurkan indahnya bunga ditaman.
Hanya waktu yang memegang jawabnya.
***
Wonosari, 6 februari 2010